Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT

Hoaks Dipercaya Sebab Literasi Masyarakat Rendah Sejak di Sekolah
January 14, 2019
Pendidik Harus Paham Kode Etik
January 18, 2019

Partisipan kegiatan lokakarya peluncuran proyek PAUD Inklusif berkualitas di NTT, baru-baru ini/NEW Indonesia

Jakarta – Pekan ini Indonesia didukung oleh badan donor dunia menggelar kegiatan lokakarya peluncuran proyek PAUD Inklusif guna memperkuat kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dirintis sejak Februari 2018 lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , dan diharapkan menjadi PAUD pencontohan dari berbagai aspek, baik pengajar, sarana prasarana, maupun tata kelola yang lebih menyeluruh dan partisipatif di tanah air.

Kegiatan Lokakarya Peluncuran PAUD Inklusif berlangsung di Kantor Kemendikbud Jakarta Selasa (15/1).

CSO Project Manager – Barnfonden Rika Setiawati mengatakan, prakarsa ini diharapkan menjadi model bagi pemajuan tata kelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Inkusif, baik aspek kualitas, sarana prasarana, maupun aspek teknis lainnya yang lebih komprehensif.

Lokakarya Peluncuran Proyek ini , tambah Rika, melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah nasional dan lembaga pengembangan masyarakat lainnya.

Dengan dukungan dari Kemendikbud RI Direktorat PAUD Dikmas, Kolaborasi program PAUD Inklusif ini terdiri dari sejumlah lembaga terkemuka antara lain Barnfonden, YSKK Solo, SID, dan LPMM NTT, kolaborasi ini didukung dan didanai oleh Uni Eropa, bertujuan mewujudkan menjalankan program penguatan kualitas PAUD inklusif dari sejak Februari 2018, terutama disejumlah wilayah kunci di Kabupaten Kupang, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Inisiasi program ini diharapkan mendukung Indonesia dan lembaga-lembaga non pemerintah pemerhati anak lainnya di tingkat nasional.

Dukungan regulasi

Pakar mengatakan, masa depan anak dan lingkungan atau komunitasnya. Pengurangan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan bergantung kepada investasi terhadap pengembangan dan pembangunan anak usia dini. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia sebagai sebuah negara berkembang telah mengambil langkah untuk memprioritaskan pengembangan anak usia dini sejak tahun 2000an. Salah satu strateginya adalah dengan memasukan isu PAUD-HI ke dalam Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Perpres No. 60/2013 tentang PAUD-HI.

Kualitas PAUD Inklusif

Meskipun banyak PAUD didirikan dan dijalankan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah kota dan pedesaan, banyak PAUD dinilai kerap menghadapi tantangan untuk menyelenggarakan layanan yang berkualitas, khususnya disebabkan oleh kapasitas tutor/guru yang rendah. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan PAUD karena mereka diseleksi dan dipilih oleh masyarakat secara sukarela. Tuntutan layanan PAUD berkualitas dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah desa pun sama rendahnya, sehingga keberlanjutan layanan PAUD berkualitas dan dukungan terhadap tutor PAUD tidak sejalan dengan tujuan pemerintah Indonesia.

Kolaborasi lembaga

Koordinator pelaksana proyek adalah Barnfonden, organisasi non pemerintah (NGO) dari Swedia. Barnfonden berdiri sejak tahun 1991, 27 tahun lalu dan merupakan anggota dari Aliansi ChildFund (ChildFund Alliance). Barnfonden telah mendukung program-program ChildFund Indonesia melalui program sponsorship anak dan telah menjangkau lebih dari 350 anak di Indonesia. Sampai saat ini, Barnfonden telah mensponsori lebih dari 22,000 anak di 25 negara termasuk di Afrika, Asia, dan Amerika latin dan menjalankan proyek-proyek berbasis dana hibah.

Analis mengatakan, kolaborasi lintas lembaga merupakan salah satu upaya konkrit dalam mengatasi berbagai kesenjangan pembangunan antar wilayah dan diharapkan dapat mewujudkan program-program pendidikan yang lebih menyentuh dan berkelanjutan selaras target pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *