Hoaks Dipercaya Sebab Literasi Masyarakat Rendah Sejak di Sekolah

JPPI: Pembaruan Data Penerima KIP Masih Berbelit-belit
January 14, 2019
Dunia Rintis PAUD Inklusif Berkualitas di NTT
January 16, 2019

Anggota koalisi Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) baru-baru ini mengikuti Workshop Digital Literacy dengan topik: “Identifikasi Hoaks di Media Sosial dan Strategi Perlawanan-Pencegahan” Workshop bertujuan memperkuat advokasi literasi digital dunia kepada anggota koalisi yang dinilai selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. Workshop ini difasilitasi oleh Medha Soni (Koordinator Komunikasi dan Informasi ASPBAE) dan Cecilia Soriano (Koordinator Program ASPBAE). /NEW Indonesia

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia menilai hoaks mudah dipercaya oleh masyarakat karena budaya literasi dan membaca sudah rendah sejak di sekolah.

Jakarta – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai budaya literasi di kalangan masyarakat Indonesia selama ini rendah karena kegemaran membaca tidak didorong sejak di sekolah.

Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan gerakan literasi di mayoritas sekolah di Indonesia selama ini lesu sehingga tidak banyak siswa gemar membaca buku.

“Lihat saja perpustakaan-perpustakaan di sekolah, jarang ada siswa yang mampir, apalagi kerasan berlama-lama di sana,” kata Ubaid kepada reporter tirto di Jakarta baru-baru ini.

Ubaid menyesalkan para guru selama ini terlalu sibuk dengan hal-hal administratif sehingga lalai untuk menumbuhkan minat baca kepada murid-muridnya.

“Gara-gara literasi yang rendah ini, masyarakat bingung membedakan mana hoaks dan fakta. Ini terjadi karena mereka tidak punya tradisi literasi yang kuat,” ujarnya lagi.

Sampai memasuki tahun 2019, Ubaid belum melihat adanya perubahan minat baca di Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Oleh karena itu, Ia masih menantikan peranan pemerintah untuk segera membuat langkah yang serius untuk memperkuat budaya literasi di sekolah dengan membuat program secara nasional dan merata hingga daerah.

“Perlu digalakkan secara nasional dan diturunkan menjadi program-program prioritas di daerah hingga ke desa-desa,” kata dia.

“Gara-gara literasi yang rendah ini, masyarakat bingung membedakan mana hoaks dan fakta,” ujar Ubaid.

Sumber : https://tirto.id/hoaks-dipercaya-sebab-literasi-masyarakat-rendah-sejak-di-sekolah-dd9q

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *