Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada ribuan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami Palu pada Jumat, 28 September lalu.

“Bangunan sekolah rusak sebanyak 2.736 unit,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya pada Ahad, 7 Oktober 2018.

Selain sekolah, BNPB mencatat fasilitas umum lain yang rusak seperti rumah sakit dan puskesmas. Sutopo menyebut ada 7 unit fasilitas kesehatan yang rusak berat akibat bencana tersebut. “Rumah Sakit Anutapura dan 6 puskesmas yaitu puskesmas Talise, Bulili, Mamboro, Lere, Nosara, dan Singgani,” ucapnya.

Gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat pekan lalu membuat wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya mengalami kerusakan parah. Jumlah korban sampai Ahad kemarin juga telah mencapai 1.900-an orang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan akan segera mendata baik siswa, guru, sarana prasarana maupun fasilitas pendidikan yang terdampak gempa. Kementeriannya akan membangun sekolah darurat dalam rangka mempercepat normalisasi proses belajar.

“Bersamaan dengan pendataan, kami upayakan segera ada kelas darurat, bisa berupa tenda yang sudah dimiliki Kemendikbud dengan standar UNICEF. Kalau terbatas kita akan buat sekolah darurat yang bisa menampung siswa dan modelnya sudah ada,” kata Muhadjir dalam keterangannya.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/1134051/gempa-palu-2-736-bangunan-sekolah-rusak/full&view=ok
Foto Iludtrasi