Banten– Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) meminta pihak sekolah yang anak didiknya terlibat tawuran pelajar, diberi sanksi.

Hal ini diungkapkan Koordinator Nasional JPPI, Abdul Ubaid Matraji saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/8).

Menurutnya, tawuran pelajar terjadi lantaran kualitas pendidikan di Kota Tangsel masih rendah. Bukan hanya pada konten materi pembelajaran, tapi juga lemah pada moral anak didik,” katanya.

Ia menilai, tawuran pelajar menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi pemerintah daerah, sekolah dan guru. Mereka punya tanggung jawab besar untuk menyelesaikan urusan ini.

Tapi, tampaknya pemerintah maupun sekolah tidak punya solusi dan dilakukan pembiaran.ironis memang. Selain itu, kata dia, anak didik sekolah yang terlibat harus diberikan sanksi tegas. Agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas kepada pihak sekolah yang membiarkan anak didiknya melakukan tawuran. Sekolah harus memberikan sanksi yang mendidik kepada anak didiknya yang terlibat dalam tawuran,” pungkasnya.

Sumber : http://www.rmolbanten.com/read/2018/08/01/2164/JPPI:-Tawuran-Pelajar,-Sekolah-Harus-Diberi-Sanksi-