Jakarta — Baru-baru ini Jakarta menjadi tuan rumah Pertemuan ke-5 Konsultatif Devisi LSM Badan Pembangunan Internasional Jepang (JICA-NGO Desk). The Fifth JICA – NGO Desk Consultative Meeting in JFY 2017;“Exploring CSR Programs to Strengthen Social Activities”Mengambil tema Program: Menjajaki Program CSR untuk Memperkuat Aktivitas Kemanusian dan Sosial”, sedikitnya lebih 33 wakil LSM menjadi peserta aktif. Kegiatan berlangsung di kantor pusat JICA Indonesia Jakarta (19/1).

Pihak JICA mengatakan, kegiatan fokus memperkenalkan program CSR perusahaan kepada LSM, mendukung LSM untuk memulai kerjasama dengan perusahaan melalui program CSR, terutama memperluas dan memperkuat jaringan antara LSM di Indonesia dan Jepang

Dari sedikitnya 33 delegasi LSM , Ketua Pengurus Darmanto dan beberapa staf Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia JPPI/NEW Indonesia menjadi partisipan aktif kegiatan tersebut.

Beberapa analis mengatakan, Sumber daya manusia (SDM) telah menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh LSM. Keberlanjutan LSM, antara lain, tergantung pada bagaimana mereka dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka untuk beradaptasi dan memecahkan tantangan baru-baru ini. LSM dinilai perlu memelihara dan mengembangkan SDM internal karena kunci keberhasilan bisnis seseorang.

Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dapat menjadi alternatif bagi LSM untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka. Beberapa perusahaan memilih untuk membangun program jangka panjang dengan membuat paket pengembangan kapasitas kelembagaan dalam melaksanakan program CSR mereka. Mereka menciptakan produk atau memberikan layanan yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah pelatihan, magang, kursus, beasiswa, dll. Jenis bantuan khusus lainnya dapat diberikan seperti yang diminta oleh mitra nirlaba.
Sedikitnya, terdapat Tipe lain dari program CSR adalah menyediakan pembiayaan langsung atau peralatan untuk mendukung bisnis di masyarakat. Ada banyak masalah sosial yang penting di tingkat akar rumput seperti kemiskinan, angka putus sekolah yang tinggi, dan kurangnya fasilitas kesehatan, yang membutuhkan perhatian dari perusahaan melalui kegiatan CSR. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh LSM yang bekerja di daerah tersebut. Kolaborasi antara perusahaan dan LSM akan membuat kegiatan menjadi lebih kuat.

Melihat perkembangannya, JICA Indonesia menjadi salah satu lembaga dunia yang memfasilitasi LSM di guna memperkenalkan jenis program CSR ini. Dan diharapkkan forum ini dapat membantu LSM untuk memulai kerja sama dengan perusahaan dalam hal pengembangan sumber daya manusia serta untuk memperkuat dampak organisasi.
Kegiatan dihadiri oleh sekitar 33 (tiga puluh tiga) delegasi LSM. Perwakilan dari perusahaan akan berbagi program CSR mereka serta beberapa panduan yang berguna tentang bagaimana terlibat dengan perusahaan dan bagaimana membangun hubungan jangka panjang dengan mereka. Setelah setiap presentasi, semua peserta akan dapat menanggapi dengan berbagi ide, pengalaman, dan pendapat mereka terkait topik tersebut.

Bahas Kemitraan JPPI Temui Diplomat Jepang

Sementara itu, Koordinator Seknas JPPI menemui sejumlah diplomat muda Jepang di Indonesia membahas khusus kemitraan pendidikan yang dapat diwujudkan dan diselaraskan lebih konkrit dan berkelanjutan.
Laporan-laporan organisasi kemanusiaan global menyatakan, bahwa Jepang merupakan negara dengan kepedulian yang cukup besar terhadap masalah-masalah konservasi, mitigasi bencana dan program kemanusiaan lainnya. Jepang dinilai sebagai salah satu negara denngan kualitas pendidikan , sain dan teknologi terbaik dunia. Kunjungan JPPI ke Kedutaan Jepang di Jakarta merupakan tindak lanjutdari hasil pertemuan forum LSM Asia Pasifik , dan diharapkan kemitraan kedua negara RI-Jepang berbagai bentuk dapat diwujudkan jangka panjang, terutama terkait pendidikan, sains teknologi dan soal mitigasi kebencanaan lebih menyeluruh.

Analis mengatakan, Bagi Jepang, seperti dikutip dalam laman resmi kedutaan Jepang http://www.id.emb-japan.go.jp , Indonesia merupakan salah satu mitra strategis terpenting dan dapat diibaratkan memiliki hubungan kakak dan adik. Namun karena Indonesia lebih besar, baik dari sisi populasi penduduk maupun luas wilayah, tidaklah salah apabila Indonesia sebagai kakak bagi Jepang. Saya mendengar bahwa tujuan kabinet Y. M. Bapak Presiden Joko Widodo adalah “kerja”. Dengan demikian maka hubungan yang sangat baik antara Jepang dan Indonesia merupakan hasil kerja keras dan upaya yang telah dirintis dalam waktu yang cukup lama. Menurut Duta Besar Jepang Masafumi pihaknya akan berusaha untuk mewujudkan “kerja bersama”, demi memajukan hubungan baik diantara kedua negara .(Berbagai sumber/TIM)