Aceh Besar Siapkan Sistem Pendidikan Terpadu

Disdik Yakin Bisa Tekan Pelanggaran PPDB
June 22, 2018
Kampus Harus Jadi Wahana Kembangkan Nasionalisme
June 24, 2018

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, mengatakan, pihaknya akan segera mengkaji penerapan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT)/ACEHBESARKABGOID

JANTHO – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, mengatakan, pihaknya akan segera mengkaji penerapan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) untuk semua jenjang pendidikan di Aceh Besar dan diharapkan bisa dilaksanakan secepatnya.

Harapan itu dikemukakan Mawardi Ali di depan sekitar 500-an guru dan kepala sekolah se-Aceh Besar di Auditorium SMK Almubarkeya, Aceh Besar, Sabtu (23/6). “Kita harus berani bersikap untuk kemajuan pendidikan Aceh Besar ke depan,” tegasnya. Hadir pada kegiatan itu Wakil Bupati Aceh Tgk H Husaini A Wahab, Ketua MPD Aceh Besar Prof Dr Musanif, dan Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fata Muhammad SPd MM.

Dalam pertemuan dengan jajaran pendidikan, Mawardi menambahkan, masa depan Aceh Besar sangat tergantung dari keberhasilan pendidikan hari ini. “Karena itu. MPD, dan Dinas Pendidikan harus melakukan kajian yang mendalam tentang perlumya sekolah full day di Aceh Besar,” tegasnya.

Sebab, tambah bupati, Pendidikan Aceh Besar harus maju dalam bingkai syariah. “Kita harus mengkaji tambahan waktu belajar siswa hingga sore hari ini, apa saja yang akan dicapai anak?” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MPD Aceh Besar Musanif mengatakan, untuk kemajuan pendidikan Aceh Besar pihaknya telah melakukan berbagai kajian, termasuk di antaranya pembukaan SMA Unggul Ali Hasjmy beberapa tahun silam dan pembukaan SMP Unggul mulai tahun ajaran 2018/2019.

Di samping itu, tambah Musanif, pihaknya juga telah mendesain program diniyah. “Namun program diniyah harus ada capaian tertentu, misalnya tamat SD bisa selesaikan Iqra 5 dan SMP ada hafalan beberapa juz Quran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar Tgk H Husaini A Wahab, dalam tausiyahnya meminta para guru dan kepala sekolah untuk terhindar dari perbuatan tercela seperti ghibah, mengupat, dan fitnah.

“Kalau saya, makin difitnah, makin enak tidur. Tapi, kasihan orang yang tidak siap dirinya dighibah dan fitnah,” ujar Waled Husaini yang juga pimpinan dayah di Seulimuem.

“Kalau saya kenal orang yang menghibah saya. Bahkan sesekali akan saya antar rantangan makanan untuknya sebagai balasan atas pahala yang diberikan kepada saya,” katanya.

Sebelumnya Ketua Panitia Silaturahmi Guru dan Kepala Sekolah se-Aceh Besar, Mukhtar SPd, menyebutkan silaturahmi para guru dan kepala sekolah itu untuk meningkatkan ukhuwah sesama tenaga pendidik di Aceh Besar.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Aceh Besar Siapkan Sistem Pendidikan Terpadu, http://aceh.tribunnews.com/2018/06/24/aceh-besar-siapkan-sistem-pendidikan-terpadu.

Editor: bakri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *