JAKARTA – Sebanyak 30 Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Kabupaten Jombang berkunjung ke Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta. Mereka diterima oleh Direktur PAI Imam Syafi’e beserta jajarannya.

Ketua MGMP PAI Jombang Sholahuddin menyampaikan kondisi kekurangan guru PAI di sekolah-sekolah negeri. “Jika tidak dicarikan solusi, kekurangan guru dapat berdampak pada pemahamaan agama siswa. Sebab di beberapa sekolah, PAI diajarkan oleh guru umum,” jelas Sholahuddin.

Guru PAI SMA Primaganda Khumaidah menyampaika keluhan para guru PAI terkait dampak HP, khususnya sosial media bagi pendidikan siswa. Menurutnya, keberadaan HP kontraproduktif dengan upaya guru mendidik.

“Saya berharap Kementerian Agama membuat regulasi terkait penggunaan hp di sekolah,” jelasnya.Kesempatan bertemu Direktur PAI juga dimanfaatkan Guru PAI SMAN Plandaan Ipung Kurniawan untuk menanyakan nasib guru PAI honorer. Ia berharap Kementerian Agama dapat memberikan perhatian terhadap nasib guru PAI honorer.

Merespon hal itu, Imam Safei menjelaskan ikhtiar pemerintah untuk mengatasi kekurangan guru. Menurutnya, persoalan kekurangan guru PAI saat ini menjadi perhatian bersama. Hanya saja, proses pengangkatan Guru PAI membutuhkan waktu karena melibatkan berbagai institusi.

“Saat ini Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan Kemen-Pan dan BKN terkait pengangkatan GPAI,” jelasnya. Di akhir pertemuan, Imam Safei berharap Guru PAI mencintai profesinya sebagai pendidik.
“Berbagai tantangan pendidikan saat ini mengharuskan guru harus sabar dan kreatif,” jelasnya.

Sumber :https://radarsukabumi.com/2018/05/12/mgmp-pai-curhat-kekurangan-guru-agama/2/