Tangerang – Masuknya era revolusi industri 4.0 menuntut guru untuk adaptif terhadap perubahan teknologi dalam proses pembelajaran. Sebab guru yang tidak mengikuti perkembangan teknologi, akan mudah ditinggalkan peserta didiknya.

Direktur Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Didin Wahidin meminta guru terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, agar semakin dekat dengan peserta didiknya yang masuk kategori generasi Z.

“Terlebih siswa di perkotaan, sejak bayi mereka sudah melek teknologi,” ungkap Didin, dalam seminar pendidikan di Universitas Terbuka (UT), Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Untuk itu, menjadi guru yang melek teknologi, dan kreatif dalam memanfaatkannya merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan lagi. Setiap peserta didik, kata Didin, memang sebaiknya diajarkan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan zamannya.

“Guru jangan mengajar seperti zaman dulu, monoton, akan ketinggalan. Guru yang tidak menyesuaikan diri akan ditinggalkan peserta didiknya,” tegas Didin.

Didin mengungkapkan, Indeks Kreativitas anak Indonesia saat ini berada di tingkat yang sangat rendah. Pasalnya, sebanyak 70 % proses pembelajaran dikembangkan melalui proses pendidikan di sekolah.

Sementara itu, yang terjadi saat ini, guru tidak siap akan perubahan. Padahal, peran guru sangat penting dan menduduki posisi strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, bukan untuk mengejar nilai sesaat.

Didin menegaskan, pendidikan merupakan proses kreativitas. Untuk itu diperlukan guru yang mampu membangun sistem pembelajaran yang mempermudah siswa dalam menyerap dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan.

“Proses pembelajaran di dalam kelas itulah yang akan mempengaruhi kualitas pendidikan Indonesia,” ujar Didin.

Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/4KZ44Apb-guru-monoton-dalam-mengajar-akan-ditinggalkan-peserta-didik