Jakarta — PELAKSANAAN Ujian Nasional (UN) SMP sederajat akan digelar serentak mulai Senin (23/4) besok di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta 4.294.786 peserta, terdiri atas 3.286.482 siswa SMP dan 1.008.304 siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts).

“Alhamdulillah sesuai jadwal, on schedule. UN SMP sederajat siap digelar untuk UN Berbasis Komputer atau UNBK maupun UN Kertas dan Pensil atau UNKP,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno, menjawab Media Indonesia, di Jakarta, Minggu (22/4).

Menyinggung antisipasi kendala pelaksanaan UN yang bakal muncul, menurut Totok, mitigasi risiko telah disiapkan.

“Yang standar seperti urusan listrik, internet, pengawasan, dan pengamanan telah siap. Server cadangan juga disiapkan,” ungkapnya.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menambahkan dari 4,3 juta peserta sekitar 63% peserta UNBK dan 37% peserta UNKP.

“Soal UN bagi yang mengikuti ujian berbasis kertas sudah ada di daerah. Sedangkan untuk UNBK, sinkronisasi sudah dilakukan,” ujar Bambang.

UN SMP sederajat berlangsung selama 4 hari mulai 23 hingga 26 April 2018. Hari pertama Senin (23/4) besok, materi UN ialah mata pelajaran Bahasa Indonesia dan hari berikutnya Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.

Saat ditanya UN SMP sederajat menggunakan tingkat kesulitan tinggi atau model HOTS, Bambang menjelaskan hal ini telah menjadi kebijakan Kemendikbud untuk memperkenalkan asesmen dengan model soal HOTS (Higher Older Thinking Skills) .

“Tujuannya untuk melatih keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif di kalangan siswa, supaya mereka tidak hanya belajar dengan pola menghapal saja,” cetus Bambang.

Ia mengutarakan di antara semangat yang ada di dalam Kurikulum 2013 ialah menanamkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis.

“Di SD pun, anak-anak bisa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan analitis,” tegasnya.

Terkait penerapan model UN berkonten HOTS, Sekjen FSGI Heru Purnomo menyatakan peserta UNBK SMP/MTS harus siap. Namun, ia mengingatkan kemungkinan pemasalahan kesulitan siswa seperti pada pelaksanaan UNBK SMA/MA bisa muncul kembali.

“Mengapa demikian? Karena belum semua guru menerapkan HOTS dalam pembelajaran di sekolah . Pendekatan HOTS pada umunya terkait dengan Kurikulum 2013, sedangkan siswa SMP kelas IX yang besok mengikuti UNBK masih banyak yang memakai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP 0. Semoga siswa peserta UNBK tidak ada kesulitan,” tandas Heru.

Pada bagian lain, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Abdullah Ubaid mengingatkan pentingnya pengawasan UN yang melibatkan masyarakat.

“Saat UN berlangsung penting melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Jika ada tindakan yang menyalahi aturan bisa dilaporkan. Jika ada gangguan teknis, dapat diantisipasi dini,” pungkasnya.

Sumber : http://m.mediaindonesia.com/read/detail/156625-43-juta-siswa-ikuti-un-smp-serentak