JAKARTA — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) digelar secara bertahap pada April ini. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengklaim, 65.119 sekolah siap melaksanakan UNBK.

“Dinas pendidikan setiap daerah lebih dulu memverifikasi kesiapan sekolah menerapkan UNBK,” kata Kepala BSNP Bambang Suryadi, Jumat (30/3).

Pernyataan Bambang sekaligus menanggapi potensi sekolah di daerah mengalami kendala jaringan terkait pelaksanaan UNBK. Dia menjelaskan, dinas pendidikan di daerah tidak memaksa sekolah untuk menggelar UNBK. Sekolah yang dinilai tak layak menggelar UNBK maka bisa menggelar ujian nonkomputer atau Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

“Sekolah yang akan menjalani UNKP sebanyak 30.061,” katanya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan, sekolah yang sudah ditetapkan menerapkan UNBK tidak bisa beralih ke UNKP. Dia berujar, pelaksanaan ujian hanya menggunakan jaringan lokal.

Totok mengakui, sekolah yang tidak memiliki jaringan internet tidak dipaksa melakukan UNBK. Mereka dibolehkan menggunakan UNKP.

Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan Kemendikbud Abduh mengakui, UNBK merupakan pilihan untuk setiap sekolah. Sekolah boleh memakai sistem resource sharing atau melaksanakan UNKP apabila fasilitas pendukung UNBK tak memadai

Abduh menjelaskan, koneksi internet saat UNBK hanya digunakan saat sinkronisasi dan merilis token dari pusat ke sekolah. Pelaksanaan ujiannya berlangsung offline. Menurut Abduh, sinkronisasi adalah proses pengunduhan soal ujian dari pusat. Proses ini dilakukan dua hari sebelum ujian setiap jenjang dimulai.

Abduh menambahkan, pemerintah berupaya meminimalisasi kecurangan saat UNBK.

“Soal bisa dibuka setelah siswa memasukkan username, password, dan token. Semuanya baru dibuka pada hari pelaksanaan,” katanya.

Koordinator Advokasi dan Investigasi Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia Nailul Faruq mendesak pemerintah menyiapkan formulasi tepat mencegah kecurangan.

“Kecurangan dalam UNBK akan berdampak pada paradigma ketidakjujuran siswa saat melaksanakan ujian,” katanya

Sumber : http://m.harnas.co/2018/03/30/65119-sekolah-diklaim-siap-unbk