JAKARTA – Sejumlah 32 guru dari 16 sekolah di Indonesia akan ke Australia bulan ini untuk program belajar professional sebagai bagian dari Program Kemitraan Sekolah Australia-Indonesia Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) dari Asia Education Foundation.

Tahun ini menandai 10 tahun peringatan program yang mendukung kemitraan antara lembaga pendidikan di Australia dan Asia. Di Indonesia, sudah ada 180 sekolah di 18 provinsi yang telah menjadi bagian dari program ini.

“Pada saat negara-negara sudah lebih saling terhubung daripada sebelumnya, sangat penting untuk memberi anak-anak muda satu perangkat yang mereka perlukan untuk berkembang,” kata Kuasa Usaha Kedutaan Australia di Indonesia Allaster Cox melalui siaran pers pada Senin (26/2/2018).

Dia menjelaskan Program BRIDGE membantu para guru untuk mempersiapkan siswa mereka untuk menghadapi masa depan dengan meningkatkan pemahaman mereka akan budaya-budaya negara lain, memperkuat literasi digital dan mengembangkan keterampilan bahasa.

Direktur Pelaksana Asia Education Foundation Hamish Curry mengatakan sekolah harus mempersiapkan anak-anak muda menjadi warga dunia yang aktif.

“Untuk bisa melakukan ini kita bekerja dengan tetangga-tetangga terdekat, saling berbicara dengan bahasa satu dengan yang lainnya, dan memahami persamaan serta perbedaan kita. BRIDGE bertujuan mencapai jauh di luar ruangan kelas menuju masyarakat dan keluarga, mengembangkan hubungan-hubungan yang tahan lama,” paparnya.

Didukung oleh Australia-Indonesia Institute, BRIDGE membantu guru memanfaatkan teknologi untuk membawa ruang kelas mereka pada dunia serta dan memperkuat kemitraan antara siswa, pendidik dan komunitas sekolah.

Sumber : http://kabar24.bisnis.com/read/20180227/255/743595/pendidikan-usia-dini-dana-alokasi-khusus-nonfisik-tahun-ini-capai-rp407-triliun