SAMPANG – Menteri Pendidikan dan KebudayaanMuhadjir Effendy mengunjungi keluarga almarhum Budi Cahyanto, guru mata pelajaran Kesenian di SMAN 1 Torjun, Sampang, yang tewas karena dianiaya muridnya pada Kamis (1/2/2018).

Muhadjir tiba di rumah duka bersama sejumlah pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sampang.

Saat tiba di rumah duka, Muhadjir disambut ayah Budi, M Satuman Ashari, dan istri almarhum Budi, Sianit Sinta, yang tengah hamil muda.

Sebelum berbincang lebih lama, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini masih membaca tahlil dan doa bersama.

Bahkan doa penutup dipimpin oleh Muhadjir sendiri.

Seusai doa bersama, Muhadjir menanyakan kondisi keluarga almarhum.

Satuman, selaku kepala keluarga, mengadu soal nasibnya yang sudah hampir tiga tahun tidak menerima honor mengajar dari sekolahnya di SMAN 1 Sampang.

Satuman tidak digaji sejak tahun 2016.

“Saya hanya diberi honor Rp 600.000 dari SPP sekolah per bulan. Sedangkan gaji bulanan sebagai honorer daerah sebesar Rp 1 juta, sudah hampir tiga tahun tidak dibayar,” ujar Satuman di hadapan Muhadjir.

Selain tidak digaji, tunjangan sertifikasi selama dua tahun setengah juga tidak dibayar.

Padahal, guru-guru yang lain, terutama guru swasta di sekolah lain, dibayar semua.

Tunjangan sertifikasi yang cair hanya tahun 2013 sampai 2014. Setelah itu tidak pernah cair lagi.

“Kata Dinas Pendidikan Sampang karena SK saya sebagai tenaga honor sudah tidak berlaku setelah SMA dan SMK diserahkan ke Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.

Satuman sudah berusaha agar gaji dan tunjangan sertifikasinya bisa dicairkan.

Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang selalu berkelit soal administrasi.

Proses dua tahun untuk mendapatkan haknya tak membuahkan hasil, Satuman akhirnya pasrah dan diam.

Mendengar aduan itu, Muhadjir berjanji akan segera menyelesaikannya. Menurut dia, akan ada pejabat yang akan menanganinya.

“Biar nanti diselesaikan secepatnya. Ada pejabat yang akan mengurus,” ucap Muhadjir.

Sumber : http://lampung.tribunnews.com/2018/02/12/baru-terungkap-ternyata-guru-yang-tewas-dianiaya-murid-tak-digaji-dua-tahun-lebih?page=all