JPPI-Kemendikbud RI Bahas KTT Pendidikan Dunia CONFINTEA VI

0
102
Pimpinan Eksekutif KNIU Kemendikbud RI untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd memberi arahan dan masukan cukup berarti terkait implementasi program pendidikan prioritas nasional dan global kepada delegasi Seknas JPPI/NEW Indonesia Program Manager Dewirini Anggraeni (tengah) dan Koordinator Advokasi JPPI Nailul Faruq/NEW Indonesia

Jakarta – Delegasi JPPI baru-baru ini memenuhi undangan Kemendikbud RI di Jakarta. Tim Seknas JPPI/NEW Indonesia dipimpin Program Manager Dewirini Anggraeni. Pihak JPPI berbincang dengan Pimpinan Eksekutif KNI untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd dan jajaran terkait KTT pendidikan dunia , the Sixth International Conference on Adult Learning and Education (CONFINTEA VI) yang berlangsung di Suwon, Korea Selatan.

Prof Arief mengapresiasi cukup positif peran aktif kalangan organisasi sipil yang memiliki komitmen dalam mencurahkan perhatiannya terhadap pemajuan pendidikan nasional dan global.

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU)

The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dikutip dari laman kniu.kemdikbud, KNIU dibentuk sejak tanggal 16 November 1945 dengan tujuan untuk menciptakan perdamaian melalui pembentukan dialog antar budaya dan masyarakat yang berdasarkan pada nilai – nilai bersama. Sebagaimana yang tercantum dalam konstitusi UNESCO “that since wars begin in the minds of men, it is in the minds of men that defenses of peace must be constructed”. Oleh karena itu melalui visi ini dibentuk visi global pembangunan berkelanjutan yang turut mengawasi terlindunginya hak asasi manusia, rasa saling menghormati, dan pemberantasan kemiskinan, yang kesemuanya adalah tujuan utama dari misi dan aktivitas UNESCO.

Saat ini telah terdapat 195 negara anggota UNESCO dan 10 Anggota Asosiasi dengan 183 negara anggota telah membentuk Perwakilan Tetap UNESCO di Markas Besar UNESCO, Paris. UNESCO juga merupakan satu – satunya badan PBB yang memiliki Komisi Nasional di negara – negara anggotanya, yang saat ini telah terdapat 199 Komisi Nasional.

Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berfungsi sebagai penjembatan antara program UNESCO dengan Pemerintah Republik Indonesia dan begitupun sebaliknya, penjembatan antara program Pemerintah Republik Indonesia dengan UNESCO. KNIU Kemendikbud dalam menjalankan programnya terlibat dalam kegiatan UNESCO, badan-badan, lembaga-lembaga, organisasi dan individu yang bekerja untuk kemajuan pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi dan informasi demi pencapaian pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu dalam proses implementasi program, KNIU Kemendikbud bekerja sama mendorong partisipasi, dan menyebarluaskan informasi tentang tujuan program dan kegiatan UNESCO dengan pemerintah maupun lembaga non-pemerintah di Indonesia.

Hingga saat ini, KNIU Kemendikbud telah menjalin kerjasama dengan sekitar 18 Kementerian/Lembaga untuk mengimplementasikan program – program di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, dan komunikasi dan informasi, dengan National Point of Contact Representatives (NPCR) yang juga di antaranya membawahi program – program tertentu seperti APEID, IBC, IHP, MAB, MOST, dan UGG. (Berbagai Sumber/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here