BANDUNG – Koordinator Operasi dan Program ASPBAE Cecilia Sorino bersama para panelis dari UNESCO dan sejumlah negara terkemuka dunia membahas salah satu tema menarik terkait praktik baik pembelajaran dengan daring terbuka.Presiden ASPBAE Nani Zulminarni memimpin delegasi ASPBAE dalam forum pendidikan dunia Bandung 18-20 Desember 2017 lalu.

Sesi berlangsung interaktif, salah satu hasil yang diharapkan negara atau organisasi peserta forum memperluas penyediaan pembelajaran daring terbuka bagi warganya, mendirikan lebih banyak pusat pendidikan dan pembelajaran bagi orang dewasa serta membuat rekomendasi kebijakan terkait pembelajaran daring terbuka lebih komprehensif.

Sementara sebelumnya di Jakarta (15/12), Presiden ASPBAE (The Asia South Pacific Association for Basic and Adult Education) Nani Zulminarni memimpin langsung pertemuan anggota ASPBAE Indonesia di Jakarta, Jumat(15/12). Peran kalangan muda dan Pendidikan sepanjang hayat (Lifelong Learning) menjadi tema kunci dalam pertemuan.

Optimisme Indonesia dalam penerapan agenda SDG 4/pendidikan dan seluruh butir rekomendasi KTT Pendidikan Dunia di Korea baru-baru ini, “the sixth International Conference on Adult Education (CONFINTEA VI) turut dibahas khusus dalam pertemuan ASPBAE Indonesia.

Sampai saat ini anggota ASPBAE Indonesia terdiri dari sejumlah organisasi prodemokrasi yang fokus dan konsisten menjalankan programnya dalam beragam sektor, terutama berbasis pendidikan, pemberdayaan dan kesetaraan, pangan gizi dan kesehatan , serta program sosial kemanusiaan , termasuk demokrasi dan perdamaian. Anggota ASPBAE Indonesia JPPI/NEW Indonesia, PEKKA, ACE, Koalisi Perempuan Indonesia, CCDE, Institut Kapal Perempuan, PPSW, PESADA, Capacity Building Learning Sumatra Forum, ASPPUK, YIS dan RUMPUN.

Komitmen CONFINTEA VI Suwon

Situs UNESCO melaporkan KTT Pendidikan Suwon, Republik Korea Oktober 2017 lalu, bahwa Lebih dari 400 pemangku kepentingan internasional dari 98 negara berkumpul guna meninjau pelaksanaan pembelajaran dan pendidikan orang dewasa di seluruh dunia.

Pada pertemuan global yang diselenggarakan bersama oleh UNESCO Institute for Lifelong Learning (UIL), delegasi negara peserta berbagi pengalaman yang dicapai dalam memberikan kesempatan belajar dan pendidikan bagi kaum muda dan orang dewasa.

Dalam Konferensi Internasional tentang Pendidikan Dewasa Keenam (CONFINTEA VI) disepakati, bahwa negara-negara berkomitmen mewujudkan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya SDG 4 tentang pendidikan dan kehidupan seumur hidup, negara-negara berkeinginan mewujudkan dan memberikan pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar sepanjang hayat (lifelong learning)kepada kaum muda dan orang dewasa untuk mencapai SDGs.

Peserta Review Mid-Term CONFINTEA, menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama, untuk membantu memperbaiki dan memperkuat kebijakan belajar dan pendidikan orang dewasa, rencana , strategi dan praktik. Konferensi Suwon menghasilkan serangkaian tindakan strategis berwawasan ke depan untuk Negara-negara Anggota UNESCO, serta untuk mitra pembangunan nasional, regional dan global, mengenai pelaksanaan yang berkelanjutan Kerangka Aksi Belém serta Rekomendasi 2015 tentang Pembelajaran dan Pendidikan Orang Dewasa. Dokumen hasil akan bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan kesadaran akan manfaat pembelajaran dewasa dan pendidikan orang dewasa di berbagai sektor yang berbasis keberagaman masyarakat selaras dengan SDG 4 sebagaimana diuraikan dalam Kerangka Pendidikan 2030, dan Agenda Berkelanjutan Pembangunan 2030 yang lebih luas. Konferensi tersebut juga menetapkan jadwal Konferensi Internasional Pendidikan lanjutan yang akan berlangsung pada 2021 mendatang. (Berbagai sumber, Tim)