JICA Fasilitasi Pelatihan Medsos Untuk Kemanusiaan

0
71
Baru-baru ini, kalangan aktivis prodemokrasi berkumpul di Ibu Kota membahas khusus pemanfaatan ICT Multiguna untuk tujuan positif mengangkat isu-isu ketimpangan pendidikan dan masalah-masalah kemanusiaan,. Agenda reguler ini difasilitasi Badan Pembangunan Internasional Jepang (JICA)/NEW Indonesia

Jakarta – Baru-baru ini, JICA-NGO Desk memfasilitasi pelatihan bagi sedikitnya tiga puluh aktivis mewakili sejumlah organisasi prodemokrasi menjadi peserta aktif dalam sebuah pelatihan terkait manfaat media sosial (medsos), terutama terkait erat dengan penggunaan media sosial untuk kampanye kepedulian sosial dan kemanusiaan di tanah air.

Menurut Koordinator Desk NGO-JICA Indonesia Eko Sulistyanto, pelatihan reguler bertujuan untuk memperkuat kapasitas masing-masing lembaga, mendorong pemanfaatan media sosial untuk kampanye peduli.

Menurut Eko, pelathan yang difasilitasi JICA ini diharapkan bisa diselaraskan dengan fokus program kerja masing-masing organisasi (LSM), baik bidang kesehatan, demokrasi , pendidikan dan aktivitas lainnya yang terkait erat dengan aksi-aksi kemanusiaan dan sosial lainnya.

Sesi pelatihan JICA-NGO Desk Kamis(30/11) mengusung tema “ Producing Material Digital for Successful Fundrising via Social Media”, diikuti sedikitnya 30 partisipan, pelatihan didisain interaktif menghadirkan beberapa mentor profesional dari Kitabisacom, Nindita Kanti dan Siti Desiree (Cile).
Para mentor memuji antusias peserta pelatihan, dan membagi tips, trik menarik dan cukup detail terkait aspek teknis, artistik dan improvisasi lainnya terkait pemanfaatan medsos, beberapa di anataranya facebook dan instagram yang dioptimalkan penggunaannya untuk tujuan-tujuan kemanusiaan dan aksi sosial lainya.
Mentor membimbing dan memberikan opsi-opsi kunci terkait ketersedian personil atau praktisi medsos disetiap organisasi (LSM) memiliki ketrampilan dan lebih proaktif, sehingga beragam bentuk kampanye sosial salah satunya dalam program penggalang dana dapat terwujud sesuai dengan harapan.
Sebagian besar peserta yang didominasi kalangan muda merasa cukup puas mendapat pencerahan dalam pelatihan, termasuk dalam mengatasi kendala-kendala teknis dan SDM di masing-masing organisasi. Setelah mengikuti pelatihan beberapa peserta berharap dapat membawa perubahan di internal organisasi masing-masing, khususya dalam pemanfaatan medsos untuk kampanye aksi sosial dan kemanussiaan lainnya.

Sebelumnya, Pihak JICA berharap gelar pelatihan dan seminar benar-benar bermanfaat bagi pengembangan kapasitas kelembagaan. Dan menyatakan, tetap menerima beragam usulan saling bertukar ide demi terwujudnya iklim demokrasi dan profesionalisme tata kelola organisasi sipil di tanah air.
JICA-NGO Desk baru-baruini juga pernah menggelar seri pelatihan pengembangan institusi dengan mengadakan seminar dengan tema “Building Relationship with the Media”, mencakup training aspek teknis dan tata kelola informasi internal yang diharapkan menjadi rujukan yan selaras dengan kebutuhan media arus utama. Menghadirkan panelis kunci Eksekutif Direktur KATADATA Indonesia, Metta Dharmasaputra dan Praktisi Komunikasi dan Kajian Media Ajianto D. Nugroho.
Koordinator Nasional Seknas JPPI A. Ubaid Matraji dalam sebuah kunjungan serta audiensi dengan pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia di kawasan Senayan Jakarta Senin awal tahun 2017 menyatakan minatnya guna bermitra dengan JICA dan jaringan dalam meningkatkan kepedulian publik terhadap isu-isu pendidikan secara lebih memnyeluruh.

Koalisi Pendidikan Terbesar Pertama

Sejak terbentuk 2009 silam, dengan jumlah koalisi jaringan mencapai 22 (dua puluh dua) lembaga sipil(LSM) , Seknas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) atau Network sampai sekarang masih konsisten dalam melancarkan agenda-agenda advokasi nasional terkait WajibBelajar 12 Tahun (#Wajar12Tahun) sebagai bentuk dukungan nyata bagi terwujudnya pemerataan dan keadilan serta upaya prioritas pemajuan pendidikan RI di era persaingan global.

Kunjungan JPPI ke Jepang

Desember 2016 lalu, tim JPPI bertolak ke Jepang, bersama sejumlah delegasi negara Asia ,seperti Nepal dan Filipina guna berpartisipasi aktif dalam sebuah forum dunia untuk pendidikan dan kemanusiaan. Forum mengetengahkan beberapa program-program model dalam pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

Forum dihadiri otoritas terkait Jepang, lembaga swadaya jaringan lokal , akademisi,komunitas korban tsunami dan unsur sekolah setempat.

Koordinator Seknas JPPI A Ubaid Matraji menambahkan, “Selama kami di Jepang didampingi rekan-rekan aliansi NGO pendidikan, komunitas peduli bencana da tim JICA dan pihak Kementeriaan Luar Negeri Jepang.”
Baru-baru ini media jaringan global melaporkan, bahwa Konperensi Dunia Pencegahan Bencana PBB ke-3 telah digelar di Sendai, Jepang. Dalam konferensi publik dunia yangmenjadi partisipan saling berbagi informasi dan pengalaman dalam mengatasi dan melakukan praktik-praktik baik terkait penanggulangan bencana di seluruh dunia.

JICA-NGO Desk

Laman resmi jica.go.jp melaporkan, sejak Didirikan pada 8 Mei 2003, Japan International Cooperation Agency- Non-governmental organization Desk (JICA-NGO Desk) adalah suatu unit dari JICA Indonesia yang bertanggungjawab untuk menciptakan dan membina hubungan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP), dan organisasi nirlaba Jepang dan Indonesia serta memfasilitasi interaksi dan kerjasama di antara lembaga-lembaga tersebut.

LSM, ORNOP, dan organisasi nirlaba sesungguhnya adalah ujung tombak terlaksananya berbagai upaya atau inisiatif pemberdayaan ekonomi dan sosial yang ditujukan untuk peningkatan standar kehidupan masyarakat marjinal. Dengan mengemban misi idealis dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput, lembaga-lembaga tersebut selayaknya menjadi mitra kerja yang terpercaya bagi para pemangku kepentingan, baik dari pihak pemerintah maupun swasta yang terlibat dalam berbagai program pembangunan.

Peran-peran utama JICA-NGO Desk Indonesia meliputi:

Membina dan mengembangkan hubungan dan kerjasama antara LSM, ORNOP, dan organisasi nirlaba Jepang dan Indonesia;
Meningkatkan kualitas jejaring LSM mitra JICA melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas;
Mendukung berbagai skema JICA yang dirancang dan ditargetkan bagi pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput;
Memfasilitasi peluang kerjasama antara LSM mitra JICA dengan pihak ketiga, khususnya melalui donasi sektor swasta;
Memberikan konsultasi bagi LSM dalam melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat di Indonesia, khususnya yang sudah memiliki kolaborasi dengan JICA.(Berbagai sumber/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here