YIS Solo Fokuskan Advokasi Pendidikan Daerah Multiaspek

0
284
(dari kanan) Direktur YIS Joko Setiawan (kemeja merah), Koordinator Advokasi JPPI Nailul Faruq bersama keluarga besar YIS Solo/dok ist

Solo – Baru-baru ini, delegasi Seknas Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) diwakili oleh Koordinator Advokasi Nailul Faruq menggelar pertemuan dengan pimpinan Yayasan Insan Sembada (YIS) di kota Solo. Kedatangan kali ini, merupakan wujud silaturrahim dan koordinasi koalisi jaringan. Kedatangan Staff JPPI ini disambut langsung oleh Direktur YIS Joko Setiawan dan beberapa staff YIS diantaranya, staf bidang pendidikan, staf bidang pemberdayaan dan staf bidang ekonomi lembaga (23/11) di Solo.

Yayasan Insan Sembada (YIS) merupakan bagian dari koalisi JPPI sejak berdirinya JPPI yang sebelumnya masih bernama CSOiEFA. Sebagai salah satu anggota koalisi YIS cukup berperan aktif dalam beberapa kegiatan JPPI, antara lain pada tahun 2015 YIS pernah menggelar Global Action Week (GAW) di Solo dengan para perserta komunitas difabel terbesar pertama yang pernah digelar di Solo khusus isu pendidikan inklusi. Selain itu, beberapa kegiatan yang digelar oleh Sekretariat Nasional (Seknas) JPPI , YIS juga terlibat menjadi peserta aktif.

Koordinator Advokasi JPPI Nailul Faruq dalam kesempatan sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya hasil Rapat Tahunan Anggota (RTA) 2017 di Bandung, soal Goal utama yakni Meningkatnya akses Pendidikan Dasar 12 Tahun yang Inklusif, Berkualitas dan Berkeadilan. Hal tersebut tercantum dalam Logical Framework Analys (LFA) 2017 hasil keputusan rapat pleno RTA Bandung tahun 2017, sekaligus memperkuat misi untuk isu strategis pendidikan di tahun 2018 mendatang dengan program yang relevan.

Sementara itu , Direktur YIS Joko Setiawan menyatakan, bahwa YIS Solo berkomitmem mendukung apa yang menjadi fokus JPPI dan mandat hasil RTA Bandung. YIS berharap ada sinergi dalam pelaksanaan program di daerah sebagaimana tindak lanjut kegiatan pelatihan Partisipation Action Research (PAR) beberapa bulan lalu di Bogor, Jawa Barat. YIS , tambah Joko, juga menginginkan ada kegiatan langsung yang bersentuhan dengan daerah, terlebih di Solo sebagai area fokus YIS.

Pokok rekomendasi YIS :
1. Penguatan advokasi pada isu guru, terlebih guru yang sudah disertifikasi terkait dengan penggunaan dana sertifikasi oleh guru;
2. Pemantauan isu di daerah lebih diperkuat sebagai basis pendidikan dan implementasi pendidikan;
3. Perlunya data atau riset soal penggunaan dana sertifikasi oleh guru, terutama di daerah;
4. Mendorong pemerintah daerah mewujudkan transparansi anggaran pendidikan daerah;
5. Pengarusutamaan pendidikan inklusi

Menurut Joko Setiawan, pada 2018 nanti, YIS akan melakukan rencana strategi yang berkaitan denan program pendidikan di daerah secara berkelanjutan.

Tentunya, lanjut Joko, akan mempertimbangkan masukan JPPI terkait hasil RTA Bandung dan LFA 2017 sebagai acuan dasar merumuskan program.

Joko menambahkan, Beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanaakan YIS pada tahun 2018 terkait dengan isu “guru”. YIS mengaku mempunyai jaringan banyak komunitas guru di Solo, nanti akan menyesuaikan dengan isu atau konteks di tahun 2018, dan tentunya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah komunitas guru di Solo.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here